Sore itu menjadi awal pertemuan kami,
“ Assalamu’alaikum “ terdengar suara ketokan pintu rumah ku.
Aku duduk dibangku depan tv sambil makan cemilan yang ada diatas meja itu sambil melihat handphone ku, ku lihat ada 6 panggilan tak terjawab..heheheh
Aku baru saja selesai bersih-bersih rumah dan hp pada saat itu aku silent jadi baru sempat aku lihat setelah semuanya selesai.
Kulihat nomor itu adalah orang yg td pagi menghubungi ku lewat sms.. karena ada 1 kepentingan dengan orantua ku sehingga orang itu menayakan alamat rumah ku
Ok, no problem aku kasih alamat rumah ku.. walau sebenarnya aku agak keberatan karena saat itu aku sedang sendiri dirumah dan aku takut dia datang disaat aku sendiri.
Namun setelah dia bilang kalo mau kerumahku sekitar jam 5an sore , ok lah aku kasih tau alamat ku karena aku berpikir jam segitu mamah ku sudah ada dirumah.
“ Wa’alaikum salam warahmatullah “ jawabku dari dalam, sambil menuju ke arah pintu aku buka jendela dan membuka pintu. Oh, Ternyata tetangga sebelah ku aku lega aku pikir orang itu…
Tak lama kemudian tetangga ku bilang “ Mba, nih ada tamu nanyain mba..
“ Cari saya mas? Tanya ku..
“ ia mba, saya yang tadi pagi sms mba.” Jawabnya.
Lho koq udah datang, bukannya mau dateng jam 5 ya? mamah saya belum pulang mas” ucap ku.
“ Saya sekalian lewat mba, tadi searah jg, jd sekalian aja, gak apa-apa koq saya tunggu aja mamahnya mba” ucapnya.
Merasa gak enak kalo ditolak dan disuruh balik lagi, akhirnya aku persilahkan dia duduk dan memberinya minuman.
Setelah aku beri minuman dan mempersilahkannya, dia membuka obrolan dengan menanyakan tentang keseharianku. Aku jawab sekedarnya saja.
Tapi Sepertinya dia sudah banyak tau tentang keseharian ku.. tentang kerjaan & kuliahku
Aku sempat heran kenapa dia banyak tau tentang ku.padahal dia baru saja pertama kali bertemu dengan ku sore itu.
Dia cukup asik dalam obrolan, beberapa kali aku tertawa dengan humornya. Dia jg cerita tentang latar belakang pendidikan dan pekerjaanya.
Kepribadiannya cukup menarik, sederhana dan sangat ramah.
Setelah dia bercerita juga tentang kegiatannya, ternyata dia juga seorang guru..
“ koq bisa sama gini ya? Ucapku dalam hati.
Tak lama kemudian ia permisi untuk ke kamar mandi, lalu aku persilahkan.
Beberapa menit kemudian ia kembali dan melanjutkan obrolan kami. Gak tau kenapa Rasanya orang ini tidak asing bagi ku.. dari kepribadiannya, latar belakangkangnya dan kesederhanaannya.
Setelah ku pikir-pikir, tiba-tiba aku teringat do’a yang kupanjatkan di sepertiga malam itu, yah aku meminta kepadaNYA seseorang dengan kepribadian yang hampir semuanya ada dalam diri lelaki itu..
Pantas saja aku merasa tidak asing bertemu dengannya, karena sebelumnya aku telah memintanya dalam do’a ku kepada NYA..dan mungkin inilah jawabannya
Ada keyakinan dalam hati ini tentang nya…
Love is the belief
@ my office :
16.52
(sambil nunggu waktu pulang)
Hehehe…
Senin, 13 Februari 2012
Rabu, 08 Februari 2012
Cerita Bersambung
Masih teringat jelas dibenakku saat dulu kita duduk bersama di setiap waktu ba’da maghrib tiba..
Dan teringat juga ketika kami tertawa bersama ditaman belakang musholah itu dimana tempat kami bermain dengan teman-teman lainnya.
Ya, dia adalah sahabat kecil ku..
Sahabat yg begitu aku kagumi karena ketegarannya dan kepandaiannya.
Dulu kami terbiasa mengaji bersama di mushollah itu yang kebetulan guru ngaji kami adalah bapak ku sendiri.
Ia memang lebih pandai dalam mengaji, sering bapak ku memuji kepandaiannya dan menyarankan aku untuk banyak belajar dari nya.
Meski usianya hanya 1 tahun lebih tua dari ku tapi ia bersikap jauh lebih dewasa dari usianya. Mungkin karena masalah keluarga yg membuatnya lebih dewasa. Dia begitu tegar menghadapi masalahnya.
Pada saat itu usia nya masih sekitar 13 tahun dan ia baru menginjak kelas 1 SMP sedangkan aku masih duduk di kelas 6 SD.
Sejak kecil aku memang suka menulis, buku diary kesayanganku yg selalu menjadi curahan hati ku maklum saja aku memang agak pendiam jadi hanya buku dan pena lah yg menjadi teman curhatku. Dan malam itu tak seperti biasanya aku menuliskan sesuatu tentang perasaan ku untuk nya. Tentang persahabatan kami dan tentang ketakutan ku akan kehilangan dirinya..
Sungguh aku tak ingin kehilangan dirinya sebagai sahabat terbaikku.
Keesokan harinya aku berinisiatif untuk meminta ia menuliskan sesuatu untuk ku.
Apapun tulisan yang ia buat untuk ku aku tak peduli yang penting aku ingin suatu hari nanti jika kami tidak bersama lagi aku tetap bisa membaca tulisan darinya.
Ia pun setuju dan memberikan tulisannya untukku, tak banyak yg ia tuliskan untuk ku karena aku tahu dia tidak begitu suka dengan menulis namun ia menuliskan beberapa kata yang membuat ku hingga kini selalu merindukannya. :
“ Jangan pernah tinggalin aku ya, karena aku juga gak akan ninggalin kamu “
Ya, hanya kata-kata itulah yg ia tuliskan utukku.
Singkat , sangat singkat memang. Tapi aku tak menyangka bahwa ia juga merasakan hal yg sama dengan yg aku rasakan yaitu kami sama-sama takut kehilangan .
Semakin hari Entah kenapa aku begitu takut akan kehilangan dirinya.
Berkali –kali aku mencoba tuk yakinkan diriku bahwa kami akan selalu bersama .
Hari ini adalah hari yg membuat ku begitu marah dan kecewa dengan dirinya, saat ba’da maghrib tiba dimana biasanya kami selalu bersama namun ia tak juga datang. “Mungkin dia sedang pergi”kata teman ku .
Ok, alas an itu mungkin masuk akal juga meski aku kecewa karena ia tak mengabarkan aku kenapa ia tak datang saat itu. Kemudian keesokan harinya aku sangat berharap bahwa kita pasti bertemu dan bercanda –tawa bersama lagi namun ternyata ia tak lagi datang malam itu. Kali ini aku tak marah justru aku sedih dan menghawatirkan keadaanya, jika memang dia sakit ia pasti ada di rumah dan aku memberanikan diri untuk bertanya ke tetangga sebelah rumahnya dan inilah yg membuat ku sangat kecewa dengan dirinya bahwa kemarin ia pergi ke bandung bersama saudaranya dan akan tinggal disana selamanya.
Sungguh hatiku begitu kecewa mengetahui hal ini.apalagi karena ia tak memberi tahu ku sebelumnya..
Sampai rumah aku langsung mengambil tulisan itu dan segera merobek2nya lalu aku buang kertas-kertas itu. Menurutku tulisan itu tak ada artinya lagi karena apa yang ia tuliskan justru sebaliknya. Ia justru meninggalkanku.
Aku begitu kecewa sangat kecewa hingga sejak saat itu aku tak ingin lagi punya sahabat, karena menurutku di dunia ini tak ada sahabat sejati yang yang tak akan meninggalkan kita...
Bersambung ................................
hehehheh.....
Part 2
Dan teringat juga ketika kami tertawa bersama ditaman belakang musholah itu dimana tempat kami bermain dengan teman-teman lainnya.
Ya, dia adalah sahabat kecil ku..
Sahabat yg begitu aku kagumi karena ketegarannya dan kepandaiannya.
Dulu kami terbiasa mengaji bersama di mushollah itu yang kebetulan guru ngaji kami adalah bapak ku sendiri.
Ia memang lebih pandai dalam mengaji, sering bapak ku memuji kepandaiannya dan menyarankan aku untuk banyak belajar dari nya.
Meski usianya hanya 1 tahun lebih tua dari ku tapi ia bersikap jauh lebih dewasa dari usianya. Mungkin karena masalah keluarga yg membuatnya lebih dewasa. Dia begitu tegar menghadapi masalahnya.
Pada saat itu usia nya masih sekitar 13 tahun dan ia baru menginjak kelas 1 SMP sedangkan aku masih duduk di kelas 6 SD.
Sejak kecil aku memang suka menulis, buku diary kesayanganku yg selalu menjadi curahan hati ku maklum saja aku memang agak pendiam jadi hanya buku dan pena lah yg menjadi teman curhatku. Dan malam itu tak seperti biasanya aku menuliskan sesuatu tentang perasaan ku untuk nya. Tentang persahabatan kami dan tentang ketakutan ku akan kehilangan dirinya..
Sungguh aku tak ingin kehilangan dirinya sebagai sahabat terbaikku.
Keesokan harinya aku berinisiatif untuk meminta ia menuliskan sesuatu untuk ku.
Apapun tulisan yang ia buat untuk ku aku tak peduli yang penting aku ingin suatu hari nanti jika kami tidak bersama lagi aku tetap bisa membaca tulisan darinya.
Ia pun setuju dan memberikan tulisannya untukku, tak banyak yg ia tuliskan untuk ku karena aku tahu dia tidak begitu suka dengan menulis namun ia menuliskan beberapa kata yang membuat ku hingga kini selalu merindukannya. :
“ Jangan pernah tinggalin aku ya, karena aku juga gak akan ninggalin kamu “
Ya, hanya kata-kata itulah yg ia tuliskan utukku.
Singkat , sangat singkat memang. Tapi aku tak menyangka bahwa ia juga merasakan hal yg sama dengan yg aku rasakan yaitu kami sama-sama takut kehilangan .
Semakin hari Entah kenapa aku begitu takut akan kehilangan dirinya.
Berkali –kali aku mencoba tuk yakinkan diriku bahwa kami akan selalu bersama .
Hari ini adalah hari yg membuat ku begitu marah dan kecewa dengan dirinya, saat ba’da maghrib tiba dimana biasanya kami selalu bersama namun ia tak juga datang. “Mungkin dia sedang pergi”kata teman ku .
Ok, alas an itu mungkin masuk akal juga meski aku kecewa karena ia tak mengabarkan aku kenapa ia tak datang saat itu. Kemudian keesokan harinya aku sangat berharap bahwa kita pasti bertemu dan bercanda –tawa bersama lagi namun ternyata ia tak lagi datang malam itu. Kali ini aku tak marah justru aku sedih dan menghawatirkan keadaanya, jika memang dia sakit ia pasti ada di rumah dan aku memberanikan diri untuk bertanya ke tetangga sebelah rumahnya dan inilah yg membuat ku sangat kecewa dengan dirinya bahwa kemarin ia pergi ke bandung bersama saudaranya dan akan tinggal disana selamanya.
Sungguh hatiku begitu kecewa mengetahui hal ini.apalagi karena ia tak memberi tahu ku sebelumnya..
Sampai rumah aku langsung mengambil tulisan itu dan segera merobek2nya lalu aku buang kertas-kertas itu. Menurutku tulisan itu tak ada artinya lagi karena apa yang ia tuliskan justru sebaliknya. Ia justru meninggalkanku.
Aku begitu kecewa sangat kecewa hingga sejak saat itu aku tak ingin lagi punya sahabat, karena menurutku di dunia ini tak ada sahabat sejati yang yang tak akan meninggalkan kita...
Bersambung ................................
hehehheh.....
Part 2
Langganan:
Komentar (Atom)